Embroideri Tiongkok adalah bentuk seni yang telah diajarkan dan dicintai selama ribuan tahun. Hal itu telah diturunkan dari generasi ke generasi, dari orang tua ke anak, untuk mempertahankan cerita-cerita dan kerajinan tangan. Bahkan kainnya sendiri dibuat dengan penuh kasih dan perhatian, seperti yang dijelaskan. Lebih dari 90% benang ditenun secara manual menjadi desain-desain indah sambil menceritakan narasi penting tentang budaya dan sejarah Tiongkok. Fanshow menghasilkan bahan bordir Tiongkok yang luar biasa, penuh dengan sejarah dan keindahan untuk mencerminkan bakat istimewa para pengrajinnya.
Embroideri Tiongkok adalah kerajinan yang berusia lebih dari 2.000 tahun! Itu berarti sangatlah tua. Awalnya digunakan sebagai cara untuk memperindah pakaian dan barang-barang upacara lainnya. Paling dikenal, seiring waktu ia menjadi bentuk seni yang sangat dihormati. Bahkan hari ini, di seluruh dunia, bordir Tiongkok masih dicintai dan dihargai karena keindahannya dan detail-detail yang luar biasa. Setiap potongannya dibuat sepenuhnya dari awal, dan sentuhan khusus dengan warna-warna terang serta desain-desain rumit atau dinamis yang melekat pada setiap potongan memberikan daya tarik unik pada masing-masing potongan, sehingga sangat dihargai.
Embroideri Tiongkok dapat dilacak kembali ke Dinasti Han dari 206 SM hingga 220 M—sangat lama yang lalu. Sutra adalah bahan penting selama periode ini, dengan nilai besar. Kaum kaya dan berpengaruh menggunakan bordir untuk peragaan kemewahan. Desain hasilnya mengambil dari berbagai sumber, termasuk alam, cerita tradisional, dan legenda dari folklor Tiongkok. Seiring berjalannya waktu, gaya seperti bordir Suzhou, Shu, Guangdong, dll muncul satu demi satu. Setiap gaya memiliki ciri uniknya sendiri, yang membuat dunia bordir Tiongkok menjadi semakin menarik.
Kain sulam Tiongkok: Dibuat dari sutra, yang mengkilap dan sangat lembut saat disentuh. Sutra itu indah tetapi juga cukup rapuh, yang membuatnya sedikit lebih sulit untuk dikerjakan. Para pengrajin terampil kebanyakan telah menemukan cara untuk membuat desain luar biasa dari bahan anggun ini. Untuk kain mereka, Fanshow hanya menggunakan kualitas sutra terbaik, dan untuk setiap jahitan tunggal, perhatian dan ketelitian tertinggi diambil. Detail-detail ini menghasilkan potongan yang sangat indah, karya-karya yang layak dihargai.
Objet d’art adalah selimut gantung berwarna yang disebut tapestry di Barat, tetapi mereka memiliki makna dan menarik karena merupakan kain sulam Tiongkok. Setiap desain memiliki cerita yang berbeda untuk diceritakan atau ide untuk diekspresikan. Beberapa desain juga mencakup simbol yang memiliki signifikansi, seperti naga, yang mewakili kekuatan dan kekuasaan, atau bunga teratai, yang melambangkan kebersihan dan pencerahan. Simbol-simbol ini memberikan makna lebih dalam untuk karya seni tersebut dan memungkinkan individu untuk terhubung dengan signifikansinya. Elemen-elemen simbolis ini tersebar luas di seluruh kain Fanshow, sehingga setiap potongannya membawa makna tambahan.
Embroidery Tiongkok berasal dari budaya dan tradisi etnis bangsa Tiongkok. Ini mewakili bagian dari sejarah negara tersebut serta keterampilan artistik yang telah bertahan selama berabad-abad. Fanshow melanjutkan tradisi ini ketika mereka membuat kain sulam mereka dan memastikan setiap potongannya menghormati keterampilan dan keahlian para pengrajin Tiongkok. Komitmen untuk melestarikan bentuk seni ini membantu melanjutkan budaya tersebut untuk generasi mendatang.